| Bahaya Klorine Pada Air Minum |
|
|
|
| KUMPULAN BERITA - Kliping | |
| Kamis, 20 Januari 2011 09:06 | |
|
Banyak dari kita yang sehari-harinya memakai air ledeng. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita.
Dari berbagai studi, ternyata orang yang meminum air yang mengandung klorin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Selain itu pada hasil studi efek klorin pada binatang ditemukan pula kemungkinan kerusakan ginjal dan hati. Dari manakah asal khlorin? * Air ledeng. Oleh PDAM pada saat “pembuatan” air ledeng umumnya menggunakan air permukaan, yang umumnya akan lebih banyak mengandung kuman atau mikroorganisme merugikan daripada bila dibandingkan dengan air sumur. Campuran khlorin yang berlebihan tentunya akan dapat sampai ke kita dan akan masuk ke dalam tubuh jika kita meminum air yang mengandung khlorin tersebut. * Septik tank atau air pembuangan limbah rumah tangga. Ketika menggunakan pembersih atau pencuci yang mengandung khlorin, bisa jadi air pembuangan hasil cucian tersebut kemudian meresap ke dalam tanah dan mencemari sumur yang merupakan sumber air bersih rumah tangga. * Pembuangan Air Kolam Renang. Kolam renang umumnya menggunakan khlorin sebagai “penjernih” dari mikroorganisme yang ada dalam air. Air buangan dari kolam renang ini juga bisa saja mencemari sumur air bersih warga sekitarnya. Bagaimana khlorin tersebut sampai ke tubuh kita? * Lewat air minum Cara paling utama khlorin masuk ke dalam tubuh adalah melalui air yang kita minum. Umumnya resiko yang lebih “sering” meminumnya adalah orang-orang yang memakai air ledeng sebagai bahan air minumnya. * Lewat udara. Ketika mandi menggunakan ”shower” air panas/hangat, uap air yang masih mengandung khlorin dapat terhirup dan masuk ke dalam tubuh kita. Selain itu walaupun sedikit, bagi sebagian orang klorin juga bisa masuk melalui kulit ketika sedang mandi menggunakan air yang mengandung klorin. Bagaimana cara mengurangi kadar klorin dalam air? Dengan menggunakan Granulated Activated Carbon (GAC) atau butiran karbon aktif sebagai filter air dapat mengurangi kadar klorin dalam air yang akan kita pakai. Filter air dari arang ini efektif untuk mengurangi rasa dan bau dari air. Anda juga dapat sekalian membuat saringan air sederhana yang menggunakan arang sebagai salah satu bahan untuk saringan atau anda dapat juga menggunakan salah satu dari berbagai teknik penyaringan air sederhana untuk mendapatkan air minum. Tetapi cara terbaik adalah tidak menggunakan klorin untuk disinfeksi air minum dan sebagai gantinya dapat digunakan cara sederhana untuk melakukan disinfeksi pada air minum. Cara Mencegah Klorin Masuk ke Dalam Tubuh. Gunakan air sehemat dan seoptimal mungkin untuk mandi (baik shower ataupun berendam), mencuci ataupun memasak dan sebaiknya air yang digunakan adalah air dingin. Lalu bukalah jendela atau ventilasi agar udara yang mengandung klorin dapat keluar dan digantikan dengan udara yang bebas klorin. Sedangkan untuk mengatasi bila anda menaruh klorin pada bak atau sumur sumber air anda, kuraslah bak dan sumur anda. sumber:http://aimyaya.com - Rabu, 27 Mei 2009
|
|
| Terakhir Diupdate Kamis, 20 Januari 2011 09:27 |
Masuk ke LPMKLI
Dokumen Terbaru
- PENGARUH MODIFIKASI IKLIM MIKRO DENGAN VEGETASI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH)
- COAL ASH AND TAILING UTILIZATION AS ROAD CONSTRUCTION MATERIAL
- MODEL ANALYSIS OF WATER QUALITY ON THE WATER FLUORIDATION SYSTEM OF DRINKING WATER
- Pengendalian Pencemar Dalam Ruangan
- Cara uji padatan tersuspensi total (Total Suspended Solid, TSS) secara gravimetri.
Direktori Pustaka
- Buku ( 6 )
- Catatan Lapangan ( 1 )
- Jurnal ( 1 )
- Karya Ilmiah ( 2 )
- Laporan ( 1 )
- Makalah ( 1 )
- Petunjuk ( 4 )
- Prosiding ( 3 )
- Studi Kasus ( 4 )
Direktori Kumpulan Berita
- Artikel ( 9 )
- Kisah Sukses ( 3 )
- Kliping ( 5 )
- Siaran Pers ( 2 )
- Wawasan ( 1 )
Direktori Topik
- Gender ( 2 )
- Inovasi Tekhnologi ( 2 )
- Komunikasi ( 1 )
- Opini ( 2 )
- Pengembangan Masyarakat ( 1 )
- Privatisasi ( 1 )
Pranala Luar




Comments
RSS feed for comments to this post