|
KUMPULAN BERITA -
Kliping
|
|
Kamis, 20 Januari 2011 09:06 |
|
Banyak dari kita yang sehari-harinya memakai air ledeng. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita.
|
|
Terakhir Diupdate Kamis, 20 Januari 2011 09:27 |
|
|
KUMPULAN BERITA -
Wawasan
|
|
Senin, 10 Januari 2011 07:04 |
Masyarakat urban tidak jarang menjumpai persoalan kloset mampet. Penghuni apartemen menemui saluran pencuci piring tersumbat sisa-sisa makanan. Aroma tak sedap pun sering merebak dari saluran air kotor permukiman. Jika penyebabnya adalah bahan-bahan organik, bakteri-bakteri pengurai bisa memperbaiki keadaan tersebut. Bakteri-bakteri pengurai dipilih dari jenis bakteri anaerob. Bakteri anaerob merupakan jenis bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Bakteri anaerob tumbuh tanpa terkontaminasi udara bebas. Salah satunya tumbuh di dalam kotoran hewan yang masih berada di dalam perut.
|
|
Terakhir Diupdate Jumat, 14 Januari 2011 02:17 |
|
KUMPULAN BERITA -
Siaran Pers
|
|
Senin, 10 Januari 2011 06:57 |
|
Jakarta, 15 Oktober 2009 Hari ini bangsa Indonesia bersama dengan lebih dari 70 negara di seluruh dunia merayakan Hari Cuci Tangan Sedunia yang kedua sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesehatan diri dan keluarga untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia kedua Tahun 2009 mengangkat tema global Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah, Indonesia memilih sub tema : CTPS Kebiasaan yang Menyenangkan dan Menyelamatkan dan CTPS Cegah Pandemi Influenza. HCTPS kali ini diperingati di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat. Hadir dalam acara tersebut Ketua PP Muhammadiyah, perwakilan badan-badan Internasional, Pejabat instansi terkait pusat dan DKI Jakarta dan anak-anak peserta Aksi Rally Promo. Rally Promo diikuti sekitar 500 anak didampingi 150 guru. Lokasi rally meliputi daerah sekitar sekolah serta tempat-tempat umum yang diperkirakan menjadi tempat penyebaran Flu maupun penyakit menular langsung lainnya seperti warung makan pinggir jalan, restoran/cafe modern, pasar tradisional, sarana ibadah, tempat pariwisata (taman, museum, dll), pusat perbelanjaan lainnya, tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Klinik, Posyandu), peternakan/pemotongan hewan, stasiun kereta, dan jalan umum. Menurut Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P. (Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan) dalam sambutannya mewakili Menteri Kesehatan Dr.dr.Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) yang berhalangan hadir, tema peringatan HCTPS tahun ini mengedepankan pentingnya melibatkan anak-anak pada kelompok usia sekolah. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran CTPS pada mereka yang beresiko terpapar virus H1N1 seperti anak-anak di sekolah berasrama. Selain pada anak-anak, meningkatkan kesadaran CTPS juga ditekankan pada masyarakat di pasar, tempat-tempat umum dan daerah perbatasan dan pintu masuk seperti Bandara dan pos perbatasan. “Ajaklah teman-teman dan masyarakat di sekitar kita untuk ikut membiasakan perilaku cuci tangan pakai sabun yang sederhana dan dapat dilakukan di rumah sendiri, di sekolah dan tempat umum lainnya, sekaligus menjadikannya sebagai perilaku hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari”. Menurutnya, membiasakan diri untuk melakukan cuci tangan pakai sabun berarti mengajarkan anak-anak dan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini. Tujuan pembangunan kesehatan tidak akan dapat dicapai hanya dengan upaya oleh sektor kesehatan saja, apalagi hanya oleh Depkes. Oleh karena itu dihimbau pada semua pemangku kepentingan terkait untuk menyelenggarakan HCTPS secara serentak pada tanggal 15 Oktober setiap tahun. PRESS RELEASE (SEKJEN DEPKES RI) KM.02.01/3/ |
|
KUMPULAN BERITA -
Kisah Sukses
|
|
Senin, 10 Januari 2011 06:28 |
|
Penulis: Wulan Situmorang
Masalah merokok dewasa ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat, karena menyangkut sebagian besar masyarakat terkena dampaknya yang negatif. Konsumsi tembakau khususnya perilaku merokok aktif di Indonesia meningkat, termasuk kaum muda dan perempuan. Sementara itu, perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok tetapi menghisap asap rokok dari perokok aktif, antara lain bayi dana anak-anak memiliki tingkat kerentanan tinggi apabila tidak memperoleh perlindungan yang memadai.
|
|
Terakhir Diupdate Jumat, 14 Januari 2011 02:14 |
|
KUMPULAN BERITA -
Kliping
|
|
Rabu, 19 Januari 2011 03:44 |
|

Sekitar 70 persen kasus hepatitis B virus dan menahan luput dari diagnosis. Akibatnya, penyakit itu berisiko menjadi penyakit hati menahan dan tidak mendapatkan pengobatan. Hepatitis virus merupakan peradangan hati yang diakibatkan oleh virus. Jenis penyakit hepatitis virus B dan C termasuk yang paling sering muncul dan merupakan penyebab utama kanker hati dan transplantasi hati. Hepatitis B merupakan masalah kesehatan yang mengkhwatirkan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 350 juta orang di dunia terinfeksi virus itu.
|
|
Terakhir Diupdate Rabu, 19 Januari 2011 06:51 |
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |